Berita terbaru di Milis Eben-Net

PESTA - Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam

Senin, 13 Januari 2020

New deadline for Yahoo Groups data request

Kamis, 12 Desember 2019

Next Steps: The Evolution of Yahoo Groups (Final Notification)

Selasa, 29 Oktober 2019

Evolution of Yahoo Groups

Rabu, 04 Februari 2009

DISKUSI Tenatnag : "PELAKSANAAN BAPTISAN ORANG ATAS NON-KRISTIANI"

Syalom ...

Di milis GPIB, ada topik diskusi yang cukup bagus untuk memberikan pencerahan untuk kita warga GPIB. Semoga diskusi dibawah ini bermanfaat untuk membuka pemahaman kita semua.

Villy.

Re: [ G P I B ] PELAKSANAAN BAPTISAN ORANG ATAS NON-KRISTIANI

Wednesday, February 4, 2009 1:59 PM
From:
Add sender to Contacts
To:
gpib@yahoogroups.com
Noke, terima kasih banyak untuk penjelasannya. Beta sangat setuju dengan pemahaman teologis alkitabiah tentang baptisan seperti yang ale sampaikan. Hanya beta inginkan agar teman2 di Departemen teologi GPIB mengkajinya dengan baik untuk disampaikan kepada semua pendeta GPIB sebagai pemahaman GPIB sebagai gereja tentang baptisan. Karena ada beberapa rekan pendeta GPIB yang menolak untuk membaptis anak yang ayahnya bukan seorang Kristen.
Noke, masih banyak masalah2 teologis yang harus dikaji dengan seksama oleh teman2 di Departemen teologi untuk dijadikan pedoman bagi para pendeta di jemaat dalam melaksanakan panggilan dan pengutusan Gereja. Salah satu contoh : ada sepasang calon mempelai. Calon mempelai laki2 adalah warga GPIB. Calon mempelai perempuan adalah warga Gereja Katolik Roma. Mereka telah sepakat akan menikah di GPIB. Sesudah menikah, mempelai laki2 tetap menjadi warga GPIB dan mempelai perempuan tetap menjadi warga Gereja Katolik Roma. Pertanyaannya : apakah mempelai perempuan harus diteguh sebagai sidi gereja di GPIB karena untuk menikah di GPIB, salah satu syaratnya adalah sudah sidi ?
Salam buat Sien dan anak2. Kapan katorang bakudapa ? Beta sekarang melayani di Gloria Bekasi.


________________________________
From: arie ihalauw <lionzimba@yahoo.com>
To: gpib@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, February 4, 2009 12:33:44 PM
Subject: [ G P I B ] PELAKSANAAN BAPTISAN ORANG ATAS NON-KRISTIANI


PELAKSANAAN BAPTISAN
ORANG ATAS NON-KRISTIANI

Sahabat – sahabat,

Beta menghormati semua pemikiran tentang pemahaman terkait pada pokok tersebut di atas. Semuanya itu baik, sejauh kita mengerti akar persoalan yang akan dihadapi Gereja atau seorang Pelayan Firman, sebelum dan sesudah pelayanan sakramen baptisan atas orang-orang non-kristiani. Beta mencoba menyoroti hal itu dari :

1. LANDASAN TEOLOGIS

Beta seng bermaksud menggurui kalian. Akan tetapi beta menjelaskan dasar pemahaman pribadi tentang pelaksanaan dan penyelenggaraan baptisan.

1.a. TUHAN adalah Allah untuk semua orang, baik orang-orang kristen maupun non-kristiani. Demikian pun Kristus-Yesus adalah Tuhan atas dan bagi semua orang, entah diakui / diimani maupun tidak. Dia, Tuhan Allah, merancangkan dan melaksanakan pembebasan / penyelamatan, yakni: pengampunan dosa untuk hidup kekal, bagi semua orang yang percaya kepada-Nya di dalam nama Tuhan Yesus ( Yoh. 3 : 16 ).
1.b. Menurut pemahaman iman GPIB dan pengakuan iman oikumenis yang dipegang oleh Gereja-Gereja Kristen sejak Abad III AD, Kristus-Yesus adalah Tuhan ( Pil. 2 : 11 ), dan, di dalam Dia, Allah berkenan mengampuni setiap orang berdosa ( Kis. 4 : 12 ).
1.c. Menurut kesaksian penulis – penulis Perjanjian Baru, Kristus-Yesus telah datang dan menggenapi seluruh tuntutan Allah yang dinyatakan-Nya dalam Taurat Musa (“ ... Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” ---> Mat. 5 : 17dst).
1.d. Hal seperti itu pula ditegaskan Kristus-Yesus sebelum Ia dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis ( Mat. 3 : 15 ---> “Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya” ). Oleh karena itu, Perjanjian Baru menegaskan, bahwa Allah menerima seluruh ibadah manusia, jikalau hal itu dilakukan dalam iman kepada Kristus-Yesus, sebab di dalam pekerjaan-Nya tampak jelas seluruh kehendak Allah yang dituliskan (sejak zaman Perjanjian Lama).

TENTANG BAPTISAN

i). Kristus-Yesus memerintahkan kepada utusan-utusan-Nya (para murid), “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat. 28:19, 20a). Jadi pembaptisan terhadap siapapun akan dilaksanakan berdasarkan ajaran Kistus-Yesus.

ii). Baptisan yang dilaksanakan Gereja, khususnya GPIB ( kasus ini sudah dibicarakan sejak zaman Bapa – Bapa Gereja ), dilaksanakan dan dilayankan juga kepada anak-anak kecil. Pemahaman ini diadakan berdasarkan prinsip dogmatis tentang Berkat Perjanjian ( sesuai dengan formulasi Liturgi Baptisan Kudus GPIB ), untuk memenuhi pemahaman eksegesis yang dilakukan GPIB tentang ucapan Kristus-Yesus "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga”. (Mat. 19:14).

TENTANG BAPTISAN ORANG DEWASA

Sudah sejak lama (tahun 82) GPIB telah menetapkan dalam Persidangan Sinode, khususnya tentang Baptisan Orang Dewasa, bahwa hal itu tidak dilaksanakan lagi. Baptisan Orang Dewasa, dilakukan bersamaan (sekaligus) pada peristiwa sidi, di mana yang bersangkutan mengakui dengan nyata-nyata iman kepada Allah Tritunggal Mahakudus yang memanifestasikan diri di dalam Kristus-Yesus, dan oleh pimpinan Rohkudus. Pengakuan iman dengan nyata-nyata itu dilaksanakan dalam Ibadah Minggu GPIB dengan memakai LITURGI GPIB yang sudah disahkan oleh PERSIDANGAN SINODE.

Ketetapan PS GPIB di bidang PERANGKAT TEOLOGI, khususnya Akta Gereja itu, wajib dilaksanakan oleh seluruh Jemaat.

Khususnya terkait penyelenggaraan PEMBERKATAN PERKAWINAN KRISTEN antar dua insan yang berbeda keyakinan agama dan berbeda jenis kelamin. Apa yang telah ditetapkan GPIB itu berujung pada pemahaman, menurut pendapat beta, GPIB tidak merekomendasikan pembabtisan Orang Dewasa mendahului pengakuan iman dengan nyata-nyata (khusus dalam kasus perkawinan antar agama). Seorang calon mempelai yang berbeda keyakinan wajib mengikuti katekisasi khusus dan katekisasi pra-nikah, kemudian ia diteguhkan imannya (Sidi), sebelum perkawinannya diberkati di dalam sebuah Ibadah Jemaat.

Apakah GPIB mengakui pembabtisan orang dewasa yang dilakukan oleh Gereja ‘lain’ ?

Pertanyaan ini berbeda dari penjelasan di atas. Jika seseorang yang berbeda agama, karena keyakinannya sendiri, tanpa dipaksakan dan atas kemauan bebasnya, ia memilih berpindah agama dan hal itu dilaksanakan oleh Gereja yang berbeda dengan GPIB, maka pada prinsipnya GPIB menerimanya. Hal itu bukan berarti, secara otomatis ia diijinkan atau diluaskan untuk mengikuti Sakramen Perjamuan Kudus. Menurut ketetapan PS GPIB, yang bersangkutan wajib mengikuti proses katekisasi, sebelum ia diluaskan / diijinkan mengikuti Perjamuan Kudus.

Mudah – mudahan penjelasan teologis ini dapat memudahkan kita memahami dan mengerti prinsip GPIB tentang Baptisan sesuai dengan Penjelasan mengenai PEMAHAMAN IMAN GPIB 2007 yang dirandaskan (menjadi RANCANGAN DASAR) dalam hasil Ketetapan PST di Batu Ampar, Batam tahun 2007 lalu.

2. LANDASAN HUKUM

Menurut beta, pelaksanaan baptisan kudus, baik terhadap seorang anak maupun seorang dewasa (termasuk pengakuan iman dengan nyata-nyata) terkait langsung dengan konteks sosial. Dan, konteks sosial yang beta maksudkan itu bersentuhan langsung dengan aspek HUKUM : Hukum Negara dan Hukum Gereja.

DASAR HUKUM GEREJA

Pengadaan Hukum Gereja bertujuan untuk menata tertibkan seluruh pekerjaan pelayanan-kesaksian yang dilaksanakan dan diselenggarakan Gereja serta orang percaya (Warga Jemaat). Hal ini dapat dilihat dari pernyataan Paulus :

2.a. “ Hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat. ” ( I Kor. 14 : 12 ).
2.b. “Segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur” ( I Kor. 14 : 40 )
2.c. “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera” ( I Kor. 14 : 33 )

Sekalipun beta kurang mengerti dan memahami dasar-dasar Hukum Positif pada hirarkhi Hukum Negara Republik Indonesia, namun beta percaya, bahwa maksud dan tujuan seperti tertulis di atas juga terkandung di dalam pengadaan Hukum di Indonesia.

Berdasarkan pernyataan Paulus di atas, beta menyoroti kasus yang dikemukakan oleh Bung Notje Manuhutu, sebagai berikut :

Teman2, mohon pencerahannya untuk kasus ini. Seorang anak kecil di sebuah jemaat GPIB di Jabodetabek akan dibaptis. Tetapi ayah anak itu bukan seorang Kristen, apalagi warga GPIB. Tetapi ibunya adalah warga GPIB. Jelas, pernikahan mereka belum diberkati di Gereja. Ibu anak itu meminta kepada Pendeta agar anaknya dibaptis. Tetapi pendeta GPIB itu menolak dengan alasan : pertama, ayah anak itu belum menjadi orang Kristen (belum baptis dan sidi). Kedua, pernikahan ayah dan ibu anak itu belum diberkati di gereja. Pertanyaannya : secara teologis alkitabiah, benarkah penolakan yang dilakukan oleh Pendeta GPIB itu ? Apakah penolakan yang dilakukan oleh pendeta GPIB itu adalah sikap GPIB sebagai gereja ? Teman2 di Departemen teologi GPIB, tolong berikan jawaban supaya para pendeta GPIB di jemaat tidak salah melangkah.

Penjelasan Identitas, meskipun beta adalah salah satu dari anggota Departemen Teologi GPIB, akan tetapi penjelasan beta ini tidak mewakili Depatemen Teologi secara resmi (sebab hal ini belum didiskusikan bersama). Pada sisi lain, terdorong rasa tanggungjawab ( sense of responsibility ) bersama, beta melakukannya berdasarkan ketulusan motivasi yang lahir dari kejujuran hati. Oleh karena itu, beta mohon maaf kepada rekan-rekan Departemen Teologi, jikalau kalian sampai ke dalam penilaian negatif terhadap sikap beta seperti ini.

1. POSISI GEREJA

Menurut pendapat beta, sejak dahulu, sebuah Gereja pun tidak boleh menaruh syak wasangka terhadap kemauan / kehendak bebas seseorang untuk membaptiskan diri (termasuk : anak atau anak-anaknya). Sebab jika hal itu dikemukakan, maka Gereja telah melanggar tujuan dan maksud Allah membebaskan / menyelamatkan manusia (Teologi tentang KESELAMATAN, lihat penjelasan PEMAHAMAN IMAN GPIB, 2007 ). Gereja dipanggil dan diutus oleh Kristus-Yesus, Tuhan dan Kepala, untuk merealisasikan (mengoperasionalkan) rencana pembebasan / penyelamatan Allah kepada semua manusia termasuk alam semesta (bd. Mrk. 16 : 15 dst).

Oleh karena itu, Gereja (termasuk di dalamnya GPIB) tidak menaruh keberatan apapun, jika seseorang, yang oleh keinginan / kemauannya, tanpa terpaksa siapapun mau memberi diri untuk dibaptis.

2. KONTEKS SOSIAL

Akan tetapi pelaksanaan Misi Gereja (GPIB) diadakan dalam konteks sosio-budaya, di mana manusia dilahirkan dan dibesarkan. Di sana sudah ada sistem yang tetap. Sudah ada adat-istiadat, nilai-nilai dan aturan-aturan agama, nilai-nilai dan aturan-aturan hukum tertulis dalam masyarakat yang wajib dipatuhi oleh anggota-anggota komunitasnya.
Dalam hal ini Gereja, sebagai institusi sosio-religius, wajib memperhatikan hal-hal tersebut. Di sinilah Gereja bersentuhan / bersinggungan dengan nilai-nilai sosio-religius serta aturan-aturan hukum positif (termasuk adat-istiadat) yang berlaku.

3. SIKAP GEREJA TERHADAP PELAKSANAAN BAPTISAN NON-KRISTEN

GPIB, secara prinsipal : berdasarkan tugas yang dimandatkan oleh Kristus-Yesus, Tuhan dan Kepala Gereja, tidak menolak pelaksanaan pembaptisan kudus atas siapapun yang ingin / mau serta tidak merasa dipaksa menjadi kristen (pengikut Kristus-Yesus). Dengan sukacita dan gembira GPIB menyambut keinginan orang-orang itu ( lih. penjelasan Liturgis Baptisan Kudus GPIB ).

Akan tetapi GPIB menyadari, bahwa ia diutus ke dan di tengah-tengah dunia. Dunia yang dimaksudkan bukanlah dunia yang homogen tetapi yang heterogen (plural / beragam). Suatu dunia yang sudah menjadi. Yang berbeda dari Gereja selaku organ kehidupan. Memiliki karakter tersendiri. Yang memiliki nilai-nilai dan aturan-aturan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugas panggilan dan pengutusannya, Gereja selalu diingatkan akan ucapan Kristus-Yesus, Tuhan dan Kepalanya : "Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati, waspadalah terhadap semua orang ...” (Mat. 10:16-17a). Bertolak dari catatan yang diberikan Kristus-Yesus, Gereja menggariskan kebijakan-kebijakan (yang pada akhirnya ditetapkan selaku perarturan) terkait dengan persyaratan pelaksanaan baptisan kudus ke atas orang-orang non-kristiani. Salah satunya adalah : Pernyataan ijin tertulis yang diberikan oleh pihak yang ingin dibaptis (dengan ditandatangani oleh saksi, yakni : orangtua / wali bagi yang masih dalam asuhan, serta yang bersangkutan jika sudah akil baliq), bahwa ia tidak terpaksa, tetapi terdosorng oleh kenginan yang benar dan motivasi yang tulus, mengakui Kristus-Yesus selaku Tuhan dan Juruselamat, serta datang kepada Gereja untuk
minta dibaptiskan (bagi anak / anak-anak) ataupun mengikuti pelajaran katekisasi untuk menerima baptisan dewasa dan peneguhan sidi.

Surat Pernyataan tertulis ini patut ditandatangani di atas kertas bermeterai atau kerta bersegel, dengan maksud dan tujuan : apabila di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena gugatan atau sanggahan pihak lain yang terkait, maka Gereja dibebaskan dari tuntutan-tuntutan Hukum Negara yang berhubungan dengan kehidupan beragama di Indonesia.

Sahabat-sahabatku, khususnya Bung Notje Manuhutu !

Maafkanlah beta, jika tulisan ini terlampau panjang. Tetapi ketahuilah, beta hanya ingin membantu menjelaskan apa yang beta yakini dan pikirkan tentang persoalan ini. Terima kasih. Tuhan memberkati kita dalam pekerjaan pelayanan untuk kemuliaan nama-Nya.

Hormat dan Salam,

KAPTEN MUSLIM di Medan selalu berjuang

Jumat, 02 Januari 2009

Kalau Ketua SINODE bersyukur......

=======batas atas kiriman pdt. sammy kaihatu======

Dari Cikini

Sahabat sahabat terkasih
Ku panggil kalian sahabat, bukan sekedar teman dan rekan
ketika kalian berdiri dan mengetuk pintu anugerah
menyokong doa kami yang gelisah
untuk seorang istri, ibunda bahkan oma
yang terkapar diatas tempat tidur rumah sakit.
Ku dorong istriku dari kamar menuju ICU
tanpa mampu lagi berbanyak kata
hanya hati yang berseru... Tuhanku... Tuhanku
Ku kenang seluruh doa tulus
dari pribadi sampai mimbar rumah ibadah
ku pandang pemberian tulus
yang meringankan beban biaya sebagai ungkapan kasih.
Senja di Cikini turun perlahan
ada perih dalam sejuknya malam.

Lalu Tuhan menjawab
Bukan hanya menjawab jeritan jiwa kami
tapi menjawab doa kalian.
Dia menjamah istri terkasih.
Tubuh rapuh mengalami regnerasi
dan begitu enter ditekan untuk meneruskan berita ini
aku akan keluar
untuk mendorong balik istriku dari ICU ke kamar perawatan lagi.
bahkan kata kata puji Tuhan tercekat di kerongkongan
Aku hanya mampu mengangkat kepala
menengadah ke langit untuk berkata
Tuhan.... Engkau memang lebih besar dari segala derita.
Sampaikan salam kami keluarga Kaihatu
Salam Natal dan Tahun baru
Bagi setiap hati yang sendu
setiap tangan yang ikut membantu
setiap bahu yang ikut memikul.
Kiranya Tuhan memberkati,
karena aku tak sanggup menuliskan terimakasih
kepada dia yang membaca ungkapan hati ini.

Kalau kuasa dunia menutup pintu, Tuhan akan membuka jendela
Kalau mereka menutup pintu dan jendela, Tuhan akan menjebol tembok.
Ini pengalaman iman. Bukan khotbah penyegaran Iman.
Tuhan kita luar biasa.

=======batas bawah kiriman pdt. sam kaihatu======

Kamis, 01 Januari 2009

Kebaktian Syukur Fungsionaris di Awal Tahun 2009

Terinspirasi oleh Firman Tuhan dalam Kebaktian Syukur Awal Tahun Presbiter & Pegawai pada tanggal 1 Januari 2009, maka PHMJ merasa perlu untuk melaksanakan Kebaktian Syukur semua Fungsionaris di lingkungan GPIB Jemaat Eben Haezer di awal Tahun 2009, sebagai fondasi bagi semua pelayan untuk memulai kembali aktifitas pelayanan.
Apalagi aktifitas pelayanan di Triwulan ke-4 dari tahun pelayanan 2008-2009 ini yang dimulai dari Januari s/d Maret 2009 dititik-beratkan pada proses penyusunan Rencana Kerja & Anggaran Tahun Pelayanan 2009-2010 mendatang.
Sehingga sesuai Yakobus 4: 13-17, PHMJ melihat bahwa sebelum kita bergerak untuk membuat perencanaan (RKA), ada baiknya kita mendasarinya dengan bersandar dan bertanya pada Tuhan Sang pemilik pelayanan ini, apa yang harus kita lakukan kedepan agar sesuai dengan Kehendak-Nya.

Dalam acara ini ada dua agenda yang akan dilaksanakan, yaitu :
  1. Kebaktian Syukur
  2. Arahan Penyusunan RKA
Peserta yang diharapkan hadir dalam acara ini adalah :
  • PHMJ
  • BPPJ
  • Semua Pengurus BPK
  • Semua Pelayan BPK PA & BPK PT
  • Semua Anggota & Pengurus Komisi
  • Pegawai Kantor Majelis Jemaat
  • Panitia Materi (PANTER)
Acara ini akan dilaksanakan sebagai berikut :
  • Hari/ Tanggal : Sabtu, 10 Januari 2009
  • Waktu : 10.00 s/d selesai
  • Tempat : Gedung Gereja

Yakobus 4:13-17

Yakobus 4:13-17 merupakan ayat Firman Tuhan yang menjadi dasar pemberitaan Firman Tuhan pada Kebaktian Syukur awal Tahun 2009 Presbiter & Pegawai Kantor Majelis Jemaat.
Pemberitaan Firman Tuhan dibawakan oleh Ketua I PHMJ, Penatua dr Rudolf Usmany; sedangkan sebagai liturgos adalah Diaken Mega Radiputra.
Dalam renungan, Penatua Rudolf Usmany, menegaskan bahwa memasuki tahun baru, biasanya kita segera membuat rencana-rencana, termasuk rencana pelayanan. Dalam membuat rencana tersebut hendaklah sebelumnya dimulai dengan memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan kehendakNya. Karena sebagai manusia kita tidak pernah tahu dengan pasti apa yang akan terjadi didepan kita, tetapi Tuhanlah yang maha mengetahui segala sesuatu, sehingga sebagai orang percaya, hendaklah kita mulai dengan bersandar dan bertanya pada Tuhan, apa yang harus kita kerjakan, sehingga kita memiliki kepekaan terhadap kehendak Tuhan dalam pelayanan yang kita rencanakan kedepan.
Dalam renungan tersebut juga, Penatua Rudolf mengingatkan kepada semua presbiter dan pegawai agar melakukan instropeksi, apakah masing-masing sudah melaksanakan pelayanan untuk Tuhan atau untuk sebenarnya untuk (kepuasan) dirinyasendiri, karena kedua hal itu "beda-beda tipis".
Renungan ini memberikan "pencerahan" dan memotivasi kita semua untuk memasuki tahun 2009, dimana dalam bulan Januari-Maret 2009 kita sedang memasuki suatu proses penyusunan Rencana Kerja & Anggaran (RKA) 2009-2010.

Kebaktian yang mengambil tempat di Pastori ini dihadiri oleh sebagian besar presbiter dan seorang pegawai dari 4 orang pegawai. Beberapa anggota Majelis Jemaat tidak bisa menghadiri kebaktian ini karena berbagai kendala; antara lain Diaken Jan Pelmelay yang mengalami kecelakaan bermotor tadi malam ketika dalam perjalanan kembali ke rumah setelah bertugas pada kebaktian Akhir Tahun.

Kebaktian ini diawali dengan penjelasan Tujuan kebaktian ini oleh Penatua Marcel Lambey, kemudian diberikan kesempatan kepada bapak Pendeta Simon Nisi untuk memberikan sambutan. Pendeta Simon Nisi menyampaikan ungkapan terima-kasih beliau dan keluarga kepada Presbiter, Pegawai dan seluruh Jemaat yang sudah menerima beliau dalam pelayanan di GPIB Jemaat Eben Haezer; kemudian ibu Simon Nisi menambahkan bahwa keluarga Nisi berterima-kasih karena sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Eben Haezer.

Kebaktian syukur yang diselenggarakan setiap awal tahun ini, kali ini menjadi kebaktian yang terakhir bersama Pendeta Simon Nisi dan keluarga, karena beliau akan memasuki masa emeritus pada bulan April 2009 mendatang. Dan berdasarkan surat permintaan dari Majelis Jemaat GPIB Eben Haezer, maka Pendeta Simon Nisi dan keluarga diharapkan sudah bisa mengosongkan Pastori pada bulan Februari 2009.

Rangkaian acara syukuran awal tahun 2009 ini diakhiri dengan acara tukar-menukar kado antar presbiter dan pegawai yang berjalan cukup seru dan lucu.
Sebelumnya ada acara makan siang bersama. Menu makan siang yang merupakan swasembada dari presbiter diatur per-sektor yang meliputi beberapa menu. Makanan yang tersedia cukup banyak, sehingga setelah acara selesai, hampir semua yang hadir membawa "bingkisan makanan".

@vzp

Senin, 29 Desember 2008

Kebaktian Syukur Awal Tahun 2009 Presbiter & Pegawai

Pada tanggal 1 Januari 2009 nanti akan diadakan kebaktian Syukur awal Tahun 2009 Presbiter dan Pegawai GPIB Jemaat Eben Haezer Jakarta.
Kebaktian ini rencananya akan dilaksanakan di Pastori kramat 5 dan akan dipimpin oleh Penatua dr Rudolf Usmany dan akan dimulai jam 11.00 sampai selesai. Setelah kebaktian akan dilaksanakan santap siang bersama, untuk itu menu makanan akan disediakan secara swasembada oleh Presbiter dimana pembagian menu-nya diatur per sektor pelayanan. Dan juga akan dilaksanakan acara cross kado (seharga Rp. 25.000,- bukan makanan-minuman, dibungkus kertas koran)
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Penatua Susetyowati Nikijuluw.

Sabtu, 27 Desember 2008

NATAL JEMAAT 2008

Hari ini, 27 Desember 2008 merupakan Puncak rangkaian Perayaan Natal di GPIB Jemaat Eben Haezer Jakarta.
Acara Perayaan Natal Jemaat yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan STT Jakrta di Jalan Proklamasi ini rencananya dimulai Jam 17.00, tetapi baru dimulai Jam 17.45. Acara ini selesai Jam 20.45.
Selama kurang-lebih 3 jam, acara dibuka dengan kata sambutan dari Majelis Jemaat yang diwakili oleh Diaken Villy Pelupessy dan sambutan dari Ketua Panitia Sdr. Arnold Taihutu. Kemudian 2 buah pujian dilantunkan oleh Gaby Indonesian Idol, dan dilanjutkan dengan pujian persaudaraan oleh seluruh jemaat yang melantunkan 3 buah lagu pujian secara medley dengan penuh semangat dan suka-cita.
Setelah acara pembukaan diatas, acara dilanjutkan dengan Kebaktian Natal yang diawali dengan dengan candle light service. Kemudian ada kidung pujian dari Paduan Suara BPK Persatuan Wanita yang merupakan satu-satunya Paduan Suara yang tampil dengan seragam batik, kemudian diikuti Paduan Suara BPK Persekutuan Kaum Bapak yang mebawakan lagu "Bayi Yesus".
Acara selanjutnya adalah rumpun pemberitaan Firman Tuhan yang dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama diisi oleh Drama Musik Natal yang dibawakan oleh adik-adik BPK Pelayanan Anak, BPK Persekutuan Teruna dan BPK Gerakan Pemuda. Kemudian bagian kedua adalah Pesan Natal yang disampaikan oleh Pendeta Charles Timbuleng (Ketua MUPEL Jakarta Pusat). Dalam pesan Natal tersebut Pendeta Charles mengingatkan bahwa Janganlah Damai Sejahtera dan suka-cita Natal itu hanya berhenti dalam Perayaan ini saja, tetapi biarlah Damai sejahtera dan sukacita Natal ini tetap menjadi bagian dalam hidup jemaat selanjutnya dan yang lebih penting lagi "berita Natal" ini harus disaksikan dalam kehidupan kita selanjutnya.
Setelah rumpun pemberitaan Firman Tuhan, ada 2 buah kesaksian dari Jemaat yang disaksikan oleh Ibu Evie Tukidjo dan adik Dennys Patty. Setelah itu Paduan Suara BPK Gerakan Pemuda mebawakan pujian mereka dengan apik sekali. Setelah itu jemaat memberikan persembahan dan diikuti dengan pengutusan oleh Pendeta Charles Timbuleng.
Setelah Kebaktian Perayaan Natal usai, semua Presbiter dan Pendeta Charles Timbuleng dan keluarga berjabat tangan dengan semua jemaat yang hadir, dan setelah ada foto bersama.
Keseluruhan acara ini dipandu oleh 2 orang MC sekaligus berfungsi sebagai liturgos, yaitu Penatua dr Rudi Usmany dan Ibu Oce Lewerissa (BPK PW). Sedangkan Organis adalah Sdr. Rico Sijaila didampingi oleh Tim Pemusik, antara lain John Taihutu yang memainkan Bass, Dwin Lewerissa yang memainkan Gitar, Franco Simauw yang memaikan bongo dan Berhitu yang memainkan electric guitar. Semua pemusik adalah anak layan BPK Persekutuan Teruna.
Yang menjadi operator computer adalah Jilly Sijaila. Operator sound system adalah Bapak Rino Berhitu. Oprator lighting adalah Rio.
Dekorasi utama dalam acara ini dibuat dengan suasana kota Betlehem 2000 tahun silam, dengan menggunakan backdrop yang menggambarkan salah satu sudut kota Betlehem. Tim dekorasi yang merancang suasana ini dikoordinir oleh Bapak Tino Latumeten dan Bapak Hendri Sairlela dan dibantu oleh beberapa anggota BPK Gerakan Pemuda, sedangkan Tata Lampu diatur oleh Lundy Patty.
@vzp

Minggu, 21 Desember 2008

Hasil Rapat Koordinasi 20 Desember 2008

Rapat Koordinasi Bulan Desember yang dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2008, dihadiri oleh semua perwakilan BPK, semua Anggota BPPJ, Panitia Natal, Komisi Pelkes, Komisi Iltbang dan PHMJ yang dihadiri oleh Ketua 1, Ketua 2, Ketua 4 dan Sekretaris 1.
Rapat ini dimulai jam 11.00 dan selesai Jam 13.30.
Hasil Rapat Koordinasi ini adalah sebagai berikut :

1. Review Persiapan Panitia Natal Jemaat 2008 :
  • Natal akan dilaksanakan tanggal 27 Desember 2008, Jam 17.00 s/d 21.00, di Aula STT Jakarta.
  • Pesan Natal akan disampaikan oleh Pdt Charles Timbuleng (Ketua Mupel JakPus)
  • Panitia masih kekurangan Dana sekitar +/- 5 Juta rupiah. Diputuskan agar Panitia merevisi budget dari Rp. 15 juta menjadi 10 juta rupiah. Aksi dana yang segera akan dilaksanakan Panitia adalah : GP Ngamen, Edarkan Amplop Donatur, Kantong kolekte khusus.

2. Tindak Lanjut Laporan Triwulan 2 BPPJ :

  • PHMJ dan BPPJ akan mengadakan pertemuan khusus, pada awal Januari 2009, untuk membicarakan temuan-temuan administrasi, sekaligus membicarkan rencan penggunaan software akuntansi khusus
  • Pemahaman terhadap Tugas & wewenang BPPJ seputar pengawasan terhadap Perbendaharaan Jemaat, dan tidak termasuk lingkup Organisasi.

3. Persiapan Penyusunan Rencana Kerja & Anggaran 2009-2010

  • 20 Des'08 : Pembentukan Panitia Materi (PANTER), yang diketuai Oleh Bpk Dance Djarkasih (PKB), Wakil Ketua Sdr. Arnold Taihutu (GP), Anggota adalah semua sekretaris ke 5 BPK dan Komisi-komisi
  • 14 Jan'09 : Pertemuan Warga Sidi Jemaat. Diadakan pada saat Kebaktian keluarga gabungan awal Tahun. Untuk menjaring masukan-masukan dari Warga Sidi Jemaat.
  • 17 Jan'09 : Evaluasi Q3 (+Q1+Q2). Dalam evaluasi ini topik yang akan dibahas antara lain : Review 9 bulan Pelayanan 2008-2009 (Mar’08-Des’09), Pengarahan Penyusunan RKA 2009-2010, Pre-Kompilasi Materi RKA (by PANTER)
  • 12-14 Feb'09 : Persidangan Sinode Tahunan 2009. Akan dihadiri oleh 2 orang Majelis Jemaat.
  • 21 Feb'09 : Rapat Koordinasi Khusus Pembahasan RANUM (rancangan umum) RKA 2009-2010.
  • 28 Feb'09 : Lokakarya Penetapan RANTAP (rancangan ketetapan) RKA 2009-2010
  • 25-26 Mar'09 : Penetapan RKA 2009-2010 dalam Sidang Majelis Jemaat

@vzp

Kamis, 18 Desember 2008

LBH Front Pembela Islam VS Tim Pelayanan Bantuan Hukum GPIB di Meja Hijau!

Dear all,
Selasa 23 Desember 2008 di salah satu Pengadilan Negeri Kabupaten di seputaran Jabodetabek akan berlangsung sidang pertama gugatan 324 Warga atas renovasi salah satu jemaat GPIB yang baru ditahbiskan beberapa waktu lalu.
Gugatan ini berisi tuntutan pembongkaran gereja yang sudah direnovasi untuk dikembalikan ke bentuk semula.
Ke 324 (tiga ratus dua puluh empat) orang penggugat memberikan kuasa kepada Lembaga Bantuan Hukum Front Pembela Islam yang telah melayangkan gugatannya kepada Pelaksana Harian Majelis Jemaat dan Panitia Pembangunan.
Untuk menghadapi gugagatan hukum ini GPIB memberikan kuasa kepada Tim Pelayanan Bantuan Hukum GPIB yang baru dilantik tanggal 14 Desember 2008 di GPIB Gloria Bekasi.
Mereka terdiri dari 12 orang Advokat tangguh mulai dari Advokat Senior Ibu Ria Hetharia Sitompul (GPIB Nazareth , kakak kandung Hotma Sitompul ) , Sugeng Teguh Santoso (GPIB Sion , Wakil Ketua Umum Serikat Pengacara Indonesia, mantan Ketua GP GPIB Sion) , Joel Tundan (GPIB Bukit Moria , advokat senior ) dan 9 rekan lainnya termasuk 2 orang praktisi hukum dari jemaat yang digugat.
Sidang pertama akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2008 menjelang Natal, ini juga kiprah pertama Tim Pelayanan Bantuan Hukum GPIB .
Ayo kita bersatu hati , pererat genggaman , tatap pergumulan ini dengan kepala tegak dan hati yang terus menengadah pada Tuhan, berdoa untuk rencana persidangan, berdoa untuk kemampuan yang berasal dari Tuhan, berdoa untuk jemaat , berdoa untuk pelaksana harian dan panitia yang akan menghadapi sidang, berdoa untuk situasi yang kondusif, dan berdoa untuk semua pihak agar persoalan hukum ini dapat terselesaikan dengan damai.
Selamat berkiprah saudara saudaraku Tim Pelayanan Bantuan Hukum GPIB, berjuang untuk mereka yang lemah , tertindas dan diperlakukan tidak adil di bumi persada ini, siapapun dia , ikuti jejak Kristus yang membebaskan dan memperdamaikan!
Salam hangat,
Johan Tumanduk

Berita dari milis GPIB

Senin, 15 Desember 2008

Hasil Warnasari Persiapan Majelis Jemaat 11 Des'08

Dalam setiap Persiapan Pelayanan yang dilakukan Majelis Jemaat setiap hari Kamis/ Jumat selalu diakhiri dengan Warnasari yang berisi evaluasi pelayanan, persiapan kegiatan-kegiatan mendatang dll.
Dalam warnasari pada persiapan hari Kamis 11 Desember 2008 yang lalu, diisi dengan membicarakan persiapan beberapa kegiatan mendatang, anatara lain : Kunjungan ke Penjara yang akan dilakukan oleh Komisi PELKES, Rencana pembentukan Panitia Materi (PANTER) Rencana Kerja & Anggaran (RKA) 2009-2010, Rapat Koordinasi tgl. 20 Desember 2008, Persiapan Kebaktian Keluarga Gabungan di Awal tahun 2009, yang akan dilaksanakan tanggal 14 Januari 2009 dan Rencana Retreat Majelis Jemaat yang sempat tertunda beberapa kali.
Hasil pembicaraan antara lain menetapkan antara lain :
Kunjungan ke Penjara tetap akan dilakukan dalam bulan Desember 2008, dimana kepastiannya akan ditetapkan oleh Komisi PELKES.
Rencana pembentukan PANTER akan dibicarakan dalam Rapat Koordinasi tgl. 20 Desember 2008. Dalam Rapat Koordinasi juga akan mulai dibicarakan persiapan penyusunan RKA 2009-2010.
Telah dibentuk Tim untuk mempersiapkan Kebaktian Keluarga Gabungan tanggal 14 Januari 2009.
Retreat Majelis Jemaat ditetapkan akan dilaksanakan pada tgl. 25-26 Maret 2009. Lokasi retreat akan ditentukan oleh Panitia Retreat yang diketuai oleh Dkn. Refany Mahodim. Semua pembiayaan Retreat ini akan diambil dari Tabungan Majelis Jemaat. Retreat ini bertujuan untuk evaluasi pelayanan sekaligus untuk mempererat persekutan diantara anggota Majelis Jemaat.
Mohon dukungan doa untuk semua kegiatan diatas.
@vzp

Rapat Koordinasi 20 Desember 2008

Salah satu rekomendasi dari Evaluasi Triwulan 1 pada bulan Juli 2008 yang lalu, adalah Koordinasi yang tidak berjalan dengan baik. DAri situ direkomendasikan untuk mengdakan Rapat Koordinasi setiap bulan.
Rekomendasi ini sudah dilaksanakan pada Bulan Agustus, September dan November. Selanjutnya Rapat Koordinasi di bulan Desember akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 20 Desember 2008.
Agenda yang akan dibahas pada Rapat Koordinasi bulan Desember nanti adalah : Membahas tindak-lanjut rekomendasi Laporan BPPJ, Review Persiapan Panitia Natal 2008, Persiapan Penyusunan Rencana Kerja & Anggaran (RKA) 2009-2010 dan Rencana pembentukan Panitia Materi (PANTER) penyusunan RKA 2009-2010.
Rapat akan dimulai Jam 09:30 s/d Jam 12:00, bertempat di Lantai 2 Gereja.
Peserta rapat ini adalah PHMJ, Anggota BPPJ, Ketua & Sekretaris atau perwakilan BPK dan Ketua & Sekretaris atau perwakilan Panitia Natal 2008.
Sebagai informasi awal, maka perlu diketahui bahwa Tema Tahun Pelayanan 2008-2009 saat ini adalah "Bersakasi dalam kekuatan kasih karunia Allah" sedangkan pada Tahun Pelayanan mendatang (2009-2010) yang akan dimulai 1 April 2009 s/d 31 Maret 2010, tema yang akan memayungi gerak langkah pelayanan kita adalah : "Roh Kudus memberi Damai Sejahtera & Sukacita".
Diharpkan kita semua sudah mulai mempersiapkan kegiatan-kegiatan pelayanan untuk meng-implementasikan Tema diatas secara operasinal.

Sampai berjumpa di Rapat Koordinasi 20 Desember 2008.
GBU.
@vzp

Minggu, 14 Desember 2008

Natal BPK PA & PT di Panti Asuhan DORKAS




Tidak seperti biasanya, tahun 2008 ini Perayaan Natal BPK PA & PT GPIB Jemaat Eben Haezer dilaksanakan bersama anak-anak Panti Asuhan DORKAS.
Perayaan ini dilaksanakan tgl. 14 Desember 2008 jam 08:00 s/d 10:00 pagi.
Dalam kegiatan ini, semua anak baik dari GPIB Jemaat Eben Haezer maupun dari Panti Asuhan Dorkas berbaur & saling berinteraksi satu dengan yang lain. Hal ini bisa terjadi karena sebelumnya mereka sudah saling berkirim surat.
Dalam acara ini, dibagi 3 kelompok, yakni : Kelompok Anak TK, Kelompok Anak Kecil dan Kelompok Anak Tanggung.
Masing-masing kelompok kegiatannya berbeda-beda. Kelompok Anak TK bernyanyi bersama, Kelompok Anak Kecil membuat Kartu Natal dan Kelompok Anak Tanggung melaksanakan Kuis Alkitab.
Setelah mereka makan siang bersama dalam kelompok masing-masing.
Tujuan dari Perayaan Natal ini adalah untuk membangkitkan Kepedulian bagi mereka yang terpinggirkan. Sedangkan untuk anak-anak Panti Asuhan Dorkas, agar mereka tetap memiliki pengharapan dalam Kristus Sang Putra Natal, melalui saudara-saudara seiman yang peduli dengan mereka.
Kepedulian kepada yang papah, yanq terpinggirkan, itulah makna Natal yang sebenarnya.

@vzp

Sabtu, 13 Desember 2008

Pengobatan Gratis

Kegiatan Pelayanan Pengobatan Gratis merupakan salah satu Rencana Kerja Tahun Pelayanan 2008-2009 yang mengambil Tema " Bersaksi dalam kekuatan kasih karunia Allah".
Kegiatan ini sedianya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2008, tetapi tertunda dan akhirnya hari ini bisa dilaksanakan dengan baik.
Semula kegiatan Pelayanan Pengobatan Gratis ini akan diadakan bekerja-sama dengan Yayasan OBI, tetapi akhirnya terlaksana dengan kerjasama bersama Yayasan Hijau Putih dan Klinik Cempaka.
Dari GPIB Eben HAezer yang terjun secara langsung sebagai dokter dan perawat adalah dr. Rudi Usmany, dr. Hendrik Sairlela, dr. Andi Lumban Tobing , drg Thanat Patihahuan dan Sr Ria Siahaya serta dibantu oleh Anggota Komisi Pelkes, BPK PKB, BPK, PW, BPK GP, BPK PT dan BPK PA yang membantu dalam administrasi pengobatan.
Yayasan Hijau Putih menurunkan Tim Dokternya serta Klinik Cempaka mendukung pengdaan Obat-obatan.
Dalam kegiatan ini dilayani antara lain : Pemeriksaan dan konsultasi Dokter umum dan peberian obat-obatan, Pemeriksaan dan konsultasi Dokter Gigi, Operasi Benjolan dan Sunatan serta pemeriksaan kadar lemak dan Pemeriksaan Ostereoporosis.
Kegiatan ini dibuka mulai jam 09.00 sampai dengan sore hari. Jumlah warga kelurahan Kenari yang memanfaatkan kesempatan ini cukup banyak. Jumlah keseluruhan Pasien yang berobat adalah 403 orang, termasuk yang melaksanakan operasi ringan dan sunatan sebayak 20 orang.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kegaiatan Perayaan Natal 2008 GPIB Jemaat Eben Haezer Jakarta, dimana dalam rangkaian Perayaan Natal kali ini, semua kegiatan diarahkan dalam bentuk Aksi Kepedulian bagi sesama yang menderita.
Hal ini terinpirasi dari peristiwa Natal yang merupakan aksi Kepedulian Allah bagi semua orang yang menderita, yang terpinggirkan dan yang berdosa.

@vzp.

Jumat, 12 Desember 2008

Sekapur Sirih

Syaloom ......
Beranjak dari kerinduan untuk memiliki wadah untuk menyalurkan informasi seputar pelayanan di GPIB Jemaat Eben Haezer Jakarta, maka Blog ini kami hadirkan.
Tujuannya adalah untuk menyebarkan informasi pelayanan yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan oleh GPIB Jemaat Eben Haezer Jakarta.
Dengan tersebarnya informasi pelayanan secara khusus kepada warga jemaat dan secara umum kepada setiap pembaca Blog ini, diharapkan warga jemaat dapat termotivasi untuk mendukung Pelayanan dan Pembaca Blog yang bukan warga jemaat diberkati dengan berita/ kabar pelayanan dalam Blog ini.

Jangan lupa menyampaikan komentar anda.

Salam hangat dan Hormat kami,
PHMJ GPIB Jemaat Eben Haezer Jakarta